TRASSET

studi kasus

Keberhasilan klien

Al Rajhi Bank – Salah satu bank syariah terbesar di dunia, dengan kapitalisasi pasar US$4 milyar dan jaringan luas dengan lebih dari 400 cabang, 2000 ATM, 15000 POS dan 100 cabang perempuan, sudah mengimplementasikan solusi perbankan syariah kami dengan sukses.

A. Studi kasus - perbankan konvensional dan syariah

Area: Treasury Klien kami meminta TRASSET untuk mengimplementasikan sistem baru, terintegrasi, STP treasury sistem, yang mencakup kegiatan treasury konvensional dan syariah. Sekarang kami akan berkonsetrasi dalam tantangan-tantangan yang dihadapi dalam proyek ini dan manfaat yang dibawa oleh TRASSET.

Keperluan bisnis Kebutuhan akan sistem treasury baru yant telah dihasilkan oleh fakta bahwa:

  • Al-Rajhi sangat aktif di pasar valuta interbank syariah. Al-Rajhi menawarkan berbagai produk syariah, yang harus dikelola sesuai dengan peraturan syariah, yang memerlukan bukan hanya pengelolaan produk-produk berbeda dan kalkulasi yang terkait, tetapi juga manajemen workflow yang kompleks.
  • Pada bagian produk konvensional, ada keperluan untuk sistem STP yang terintegrasi penuh dengan semua sistem in-house yang lain dalam rangka memenuhi konsolidasi level posisi / pemaparan yang harus dibahas dari suatu Bank.
  • Beberapa tantangan utama a. Produk syariah Tantangan dalam mengelola produk-produk syariah dimanifestasikan dalam alur kerja bagian dari transaksi. Produk khas interbank syariah akan mencakupi sebagai dasar yaitu kesepakatan komoditi. Mengingat fitur produk ini, ada sejumlah departemen yang berhubungan di dalam bank: Sales, Investment, Back Office, Finance. Pengolahan dari satu transaksi akan dimulai di Sales Desk, dan setelah itu ada beberapa langkah yang harus diperhatikan dengan ketat oleh beberapa bagian yang berbeda selama proses kesepakatan untuk mengikuti persyaratan syariah. Setiap transaksi pembelian dan penjualan komoditas yang termasuk dalam kesepakatan utama harus didahului oleh pertukaran dokumen yang ditandatangan (pihak-pihak yang terlibat dalam kasus kesepakatan Direct Investment: bank, klien, broker, pihak ketiga) - termasuk dokumen-dokumen tentang tawaran dari bank, dokumen-dokumen tentang penerimaan yang ditandatangani oleh klien, dokumen-dokumen yang membuktikan kepemilikan komoditas yang disiapkan oleh broker. Hal-hal ini harus dihasilkan, dicetak, dan/atau diajukan secara elektronik. Ini juga berarti bahwa ada komunikasi berkelanjutan antara Sales desk (komunikasi dengan klien dan pihak ketiga), Investment desk (komunikasi dengan broker komoditas), dan departemen-departemen Back Office (penyelesaian penawaran), dimana departmen-departemen yang terkait harus memberi tahukan pihak lain yang terlibat bahwa tawaran sudah siap untuk diproses di pihak mereka. Sekarang, salah satu tantangan utama adalah untuk memantau proses ini sebaik-baiknya, dan menawarkan kepada pihak lain yang terlibat suatu alat alur kerja, dimana:

  • hanya memperbolehkan langkah/tindakan untuk dilakukan, hanya bila diautorisasi oleh desk – demikian juga mendefinisikan dengan jelas tanggung jawab individu dari setiap desk/departemen
  • hanya memperbolehkan langkan/tindakan dilakukan yang telah diijinkan pada tahap tertentu dari proses itu – jadi membuat proses aman dan mengikuti peraturan syariah
  • menampilkan secara otomatis/real time kepada setiap pihak, tawaran-tawaran yang sedang diproses dan mengindikasikan kapan diperlukan tindakan dari pihak mereka – arus informasi yang tepat dan cepat
  • mengautomasikan semua action items yang adalah bagian dari workflow, seperti settlement (generasi pembayaran), generasi dokumen (contohnya: pencetakan dokumen yang perlu ditandatangan dan difax kepada klien/broker secara otomatis), perubahan status tawaran, etc.
  • Otomatisasi pertukaran informasi merupakan sebuah masalah yang cukup besar di Al-Rajhi: rata-rata turnaround time untuk menangani pengolahan sangat tinggi. b. Treasury konvensional Salah satu masalah lain disebabkan oleh karena liquidity monitoring sangat sulit dilakukan karena kurangnya sebuah sistem terintegrasi yang memonitor jatuh tempo deposito-deposito yang diambil dan ditempatkan. Tantangan utama adalah kontrol real-time dari eksposur klien selama deal input – harus mengalami proses manual untuk suatu penawaran , ini tidak mungkin, dan menyebabkan eksposur besar kepada bank. Ada ketidakcocokan besar di dalam bank di antara posisi yang diketahui oleh para pedagang di FX desk tentang posisi terseluruh dari bank dan posisi yang digenerasikan oleh General Ledger. Banyak aktifitas/transaksi dilakukan di luar treasury (lebih penting lagi: aktifitas kantor cabang), dan tidak tercermin secara benar di posisi-posisi yang tercakup oleh bank. Straight through processing telah hilang dalam aktifitas Treasury: kesepakatan-kesepakatan yang sudah dilakukan melalui Reuters Dealing dimasukkan secara manual ke dalam sistem, dan setelah itu deal ticket dicetak dan diserahkan ke Back Office untuk settlement. Di pihak mereka, pekerja di bagian Back Office menggunakan terminal SWIFT (BESS) untuk memulai pembayaran dengan memasukkan pembayaran-pembayaran ke dalam sistem secara manual. Bagaimana implementasi TRASSET telah membantu – Manfaat Semua kegiatan seperti inisiasi dan pengolahan transaksi syariah MM sudah dimasukkan ke dalam sistem TRASSET, dan secara demikian, tidak lagi diperlukan pengolahan data secara manual (e.g. Excel). Pengontrolan proses yang ketat memastikan bahwa transaksi-transaksi dikelola berdasarkan aturan-aturan ketat Syariah – dan pada waktu yang sama menawarkan kemungkinan untuk memodifikasikan workflow kapanpun peraturan-peraturan diganti oleh Dewan Syariah atau manajemen. Memiliki kontrol pada langkah-langkah yang dilakukan oleh setiap desk (termasuk waktu penyelesaian), proses pemantauan kinerja yang tepat dimasukkan ke dalam kegiatan operasional oleh manajemen bank. Pada waktu yang sama, rata-rata waktu penyelesaian pengolahan satu transaksi berkurang ke 1.5% (warning) dari nilai aslinya sebelum implementasi sistem TRASSET. Mengingat pentingnya bisa bereaksi cepat terhadap pergerakan pasar, ini adalah salah satu elemen kunci dari kesuksesan proyek ini. Straight through process yang diimplementasikan sangat mengurangi komunikasi berbasis kertas; dan pada waktu yang sama mengeliminasi sepenuhnya keperluan untuk mencari transaksi-transaksi yang "hilang" di antara desk-desk. Transaksi-transaksi yang dilakukan, contohnya, di pasar valuta asing diimpor secara otomatis dari Reuters Dealing, disetujui di Front Office, dan Back Office tidak memerlukan dokumen apapun ataupun untuk memasukkan kembali secara manual transaksi yang telah dilakukan, dan hanya perlu memeriksa instruksi settlemen. Setelah persetujuan mereka sudah selesai, sistem akan secara otomatis membuat dan mengirim perintah pembayaran (SWIFT dan pembayaran domestik) - dan pada akhir hari, postingan GL dilakukan secara otomatis oleh TRASSET. Kami bisa menyebutkan ini sebuah proses STP komprehensif dan juga integrasi total dari setiap aktifitas di tiap departemen yang berbeda. Salah satu manfaat utama dari proses STP adalah bahwa TRASSET akan memonitor secara real-time batasan-batasan counterparty: setiap sales user sekarang akan tahu persis pada waktu inisiasi jika transaksi itu akan mengakibatkan limit excess (kontrol limit preliminer). TRASSET juga mengelola rekening-rekening investasi klien yang mempunyai deposito-deposito di dalam bank melalui transaksi DI. Pada saat jatuh tempo, jumlah-jumlah bisa ditransfer secara otomatis ke rekening Loro klien atau rekening bank eksternal. Kemampuan untuk memonitor jatuh tempo dari setiap deposito-deposito yang diambil dan ditempatkan untuk apapun periode yang akan datang, sistem akan memberikan informasi persis tentang situasi likuiditas bank untuk tanggal mendatang kapanpun, menawarkan kemungkinan untuk departemen pengelolaan likuiditas untuk bertindak secara proaktif di pasar uang interbank melalui penempatan atau pangambilan deposito. Kunci sukses adalah realisasi interface real-time/on-line di antara TRASSET (posisi pembukuan) dan core system cabang. TRASSET sekarang terhubung dengan core system bank, dengan demikian dealers bisa mengimpor posisi dari kantor cabang pada waktu kapanpun dengan frekuensi apapun: desk Sales/Cabang di dalam Treasury akan menginisiasikan impor, dan akan mentransfer posisinya ke desk valuta asing (dan domestik) untuk memenuhi kebutuhan pasar. Impor ini bisa dikerjakan secara manual oleh dealers sales pada waktu kapanpun dengan frekuensi apapun, dan selain itu transfer ke desk FCY diautomasi sepenuhnya dengan harga transfer sudah dikomputerasikan secara otomatis berdasarkan oleh beberapa parameter sistem (yang juga bisa dimodifikasi secara gampang oleh user yang berwenang). Karena Al-Rajhi mempunyai lebih dari 400 cabang, dampak akurasi di posisi manajemen bank baru sangatlah besar.

    B. Studi kasus - Agen pengelolaan utang

    Bidang: Treasury pemerintah Kerjasama yang erat antara klien kami dan Uni Eropa (UE) memerlukan sebuah lingkungan finansial lebih transparan di bidang pemerintah. Agen Rekonstruksi Eropa (European Agency for Reconstruction), organisasi dari UE yang mendukung wilayah Eropa, menyiapkan RFP untuk sistem pengelolaan informasi keuangan yang akan dibawa ke lembaga-lembaga pusat di sektor pemerintah: Menteri Keuangan / Treasury dan Bank Nasional. Di dalam konsorsium yang dipimpin oleh HP, TRASSET memenangkan solusi untuk Integrated Debt and Liquidity Management dan likuiditas dan the Integrated Foreign Reserve Management System. Dalam studi ini kami akan menekankan manfaat-manfaat yang dibawakan oleh TRASSET di dalam bidang-bidang integrasi, otomatisasi, dan sekuritas operasi.

    Keperluan bisnis Menteri Keuangan: Departemen pengelolaan utang di dalam MoF (Ministry of Finance/Menteri Keuangan) mengelola tugas-tugas mereka menggunakan tabel Excel dan pekerjaan tulis-menulis yang sangat banyak. Tim MoF-DLM menginginkan lingkungan stabil dan terintegrasi dengan hubungan ke informasi pasar, pengelolaan portfolio yang aman, settlement dan accounting otomatis, dan pelaporan cepat; dengan kemungkinan untuk mendukung struktur organisasi baru dan aktivitas outsourcing di masa depan ke dalam lembaga negara. Tantangan-tantangan utama Kementerian Keuangan: Proyek ini juga menggabungkan transfer tanggung jawab utang pemerintah terkait dari Bank Sentral ke Kementerian Keuangan, dimana setiap institusi mempunyai hubungan politik sensitif di setiap negara. Migrasi dari stok utang adalah proses yang sangat panjang, karena selain lingkungan khusus yang disebutkan di atas, portfolio sejarah utang memiliki elemen-elemen sangat khusus dan terstruktur seperti pinjaman IMF dan Paris Club. Proyek ini juga mendapat tantangan dari segi pandangan HR, karena pada saat proyek ini dilaksanakan, ada pemilihan umum parlementer dan perubahan besar di kancah politik. Seluruh solusi yang disampaikan di dalam FMIS juga mengandung aplikasi-aplikasi untuk Departemen Pelaksanaan Anggaran (Budget Execution) dan Akuntansi, yang mengindikasikan kerjasama internal yang berbeda di dalam Treasury, yang tidak begitu mudah untuk dicapai.

    Bagaimana implementasi TRASSET telah membantu – Manfaat Kementerian Keuangan: Solusi baru kami mengintegrasikan pekerjaan internal di dalam Treasury Kementerian Keuangan (MoF Treasury), dan menyediakan sebuah lingkungan yang aman dan handal untuk pengelolaan utang:

  • Posisi-posisi terintegrasi dan stok utang
  • Akses informasi pasar real-time
  • Metode yang terbukti untuk kalkulasi liability
  • Lingkungan aman dan handal, dengan ijin kontrol yang disesuaikan untuk klien
  • Proses settlement terautomatisasi
  • Akuntansi dan pelaporan yang cepat dan fleksibel
  • Kebutuhan untuk proses manual dan pekerjaan tulis-menulis yang memiliki risiko operasi yang tinggi (e.g. Excel) telah dieliminasi. Aplikasi yang mendukung reksturisasi organisasi dan peningkatan tugas dengan STP, serta operasional outsourcing sudah siap untuk dilaksanakan.
    back